Sabtu, 14 Januari 2012

Mengapa Kita Cegukan ?


Dalam kondisi normal, saat kita menarik napas, otot-otot diafragma akan turun, dan katup tenggorokan membuka, sehingga udara yang menekan ke atas tidak akan berbunyi. Akan tetapi, pada cegukan, saat menarik napas, terjadi kontraksi atau kram pada otot diafragma dan otot-otot antara tulang iga (tulang rusuk). Akibatnya, keduanya akan naik. Nah, pada saat
bersamaan, epiglotis (katup ditenggorokan) pun tertutup, sehingga udara dari diafragma yang naik ke atas akan menekan katup ini. Akibatnya, terjadilan cegukan.

Tertutupnya katup epiglotis ini terjadi karena adanya gangguan di lengkung refleks, yaitu pada susunan saraf pusat dan saraf tepi. Kedua saraf ini mengatur jalur pernapasan dalam tubuh manusia agar berjalan lancar. Tertutupnya katup ini bukan merupakan kelainan susunan saraf, namun merupakan respon susunan saraf, namun merupakan respon dari susunan saraf yang terganggu. Oleh karena saraf tepi berukuran panjang dan berhubungan dengan organ-organ di dalam tubuh, maka terkadang aktivitasnya terganggu oleh penyakit yang serius. Oleh karena itu, cegukan dapat pula menjadi gejala adanya radang perut, penyakit ginjal, masalah hati atau tumbuhnya tumor di leher yang mengganggu saraf.

Banyak cara yang dilakukan orang untuk menghilangkan cegukan. Secara teorotis, prinsipnya adalah dengan mengupayakan adanya interupsi lengkung refleks cegukan. Beberapa cara yang sering dilakukan, antara lain sebagai berikut.

  • Kadar air dioksida yang tinggi dalam darah dapat melumpuhkan cegukan. Bernapaslah dalam sebuah kantong. Tiup dan hirup sebanyak 10 kali dengan kuat sampai wajah memerah. Lakukan dengan cepat dan usahakan kantong tertutup rapat
  • Menahan napas selama mungkin, lalu lakukan gerakan menelan ketika cegukan dirasakan akan datang. Lakukan sebanyak 2-3 kali
  • Menahan napas selama mungkin, kemudian keluarkan dan tahan selama mungkin.
  • Menelan satu sendok teh gula pasir kering juga dapat menghentikan cegukan selama beberapa menit.
  • Minum air dalam posisi membungkuk

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Diberdayakan oleh Blogger.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More